Apa sih yang diinginkan manusia selama hidupnya? Pastilah ini hidup nyaman dan tak memiliki beban yang memberatkan langkahnya. Apalagi kita yang hidup di negara berkembang seperti Indonesia yang tak semua masyrakatnya memiliki penghasilan tetap perbulannya. Itu pun kadang-kadang tak sesuai UMR atau UMP di daerah di mana dia bekerja. Pada kondisi seperti ini, tentu pemerintah tak bisa menutup mata. Harus ada solusi yang memihak dan meringankan beban rakyat.

Barangkali salah satu solusi itu adalah gas bumi!

Iya, jangan tertawa. Gas bumi ini nyatanya bisa menjadi salah satu komponen kebutuhan hidup manusia yang bisa meringakan dompet seperti yang terjadi pada masyarakat Tarakan, Kalimantan Utara.

‎Pasokan gas bumi yang mengalir di sana diakui mampu meringankan beban masyarakat. Alasannya, warga Tarakan bisa mendapatkan bahan bakar untuk memasak dengan harga yang murah.

Nih kata Sales Area Head PGN Cabang Tarakan Muhammad Arif yang saya kutip dari link ini mengatakan, sebelum ada pasokan gas bumi dari PGN, masyarakat menggunakan Liqufied Petroleum Gas (LPG) atau minyak tanah untuk memasak. Harga LPG di kisaran Rp 260 ribu per tabung hingga Rp 325 ribu per tabung. Setiap tabungnya berisi 12 kilogram (kg).

Harga tersebut sangat berbeda jauh ketika warga Tarakan menggunakan gas bumi. Dalam hitungan Muhammad, masyarakat hanya merogoh kocek Rp 6.300 per meter kubik hingga Rp 7.600 per meter kubik. Jika disetarakan maka uang yang dibutuhkan untuk membeli 12 kg gas bumi hanya sekitar Rp 130 ribu.

“Kalau ‎harga LPG 12 kg dari Indonesia itu mencapai Rp 260 ribu per tabung. Kalau dari Malaysia dengan berat 14 kg itu sekitar Rp 325 ribu per tabung. Jadi kalau menggunakan gas bumi efisiensinya bisa mencapai lebih dari Rp 150 ribu,” kata Muhammad saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Apa yang dialami masyarakat Tarakan ini sama seperti masyarakat di daerah lainnya yang sebelumnya ketika memasak tidak menggunakan gas bumi. Ketika gas bumi masuk ke dapur-dapur mereka, itu semacam oase di tengah gurun yang panas, semacam jalan keluar bagi rakyat yang kadang ekonominya tak selalu bagus.

Terhitung, gas bumi PGN sendiri sudah masuk ke Tarakan sejak 2011. PGN masuk ke Tarakan setelah mendapat penugasan dari Pemerintah Pusat untuk mengambil alih pengelolaan hilir gas bumi dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pasokan gas yang dialiri PGN berasal dari Medco. Di Tarakan, PGN melayani 3.366 pelangan golongan rumah tangga yang terdapat pada dua kelurahan yaitu Karang Balik dan Sebengkok.

Dengan adanya gas bumi yang terus mengalir di Tarakan semoga bisa benar-benar meringankan beban masyrakat dan alih-alih menghemat biaya, semoga untung yang didapat bisa menunjang ekonomi warga.

Tulisan ini didedikasikan untuk situs Si Nergi

 

 

Advertisements